Parigi Moutong

Warga Tandaigi Minta PJU dan Perbaikan Jalan, Abdin Siap Kawal Usulan

×

Warga Tandaigi Minta PJU dan Perbaikan Jalan, Abdin Siap Kawal Usulan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Parigi Moutong dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Abdin, dalam agenda reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026. ASET: IST

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Kebutuhan terhadap lingkungan yang lebih aman dan akses transportasi yang memadai menjadi perhatian warga Desa Tandaigi, Kecamatan Siniu, saat bertemu Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Abdin. Dalam agenda reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 di daerah pemilihan (Dapil) I, Senin, 3 Agustus 2026, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah.

Salah satu kebutuhan yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan penerangan di kawasan permukiman dan ruas jalan utama. Warga mengusulkan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di setiap dusun hingga sepanjang jalur Trans Sulawesi yang melintasi wilayah Desa Tandaigi.

Minimnya penerangan pada malam hari disebut membuat sejumlah titik menjadi rawan. Selain mengganggu kenyamanan warga saat beraktivitas, kondisi jalan yang gelap juga dikaitkan masyarakat dengan persoalan keamanan lingkungan, termasuk kasus kehilangan dan pencurian hewan ternak.

Karena itu, warga berharap pemasangan lampu jalan tidak hanya dilakukan pada pusat permukiman, tetapi juga diarahkan ke lokasi-lokasi yang dianggap memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Penerangan dinilai dapat membantu masyarakat melakukan pengawasan lingkungan sekaligus mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban.

Baca Juga:  Dahniar: Pendidikan Pra-Sekolah Penting untuk Menekan Anak Tidak Sekolah di Parimo

Aspirasi lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas jalan di dalam wilayah desa. Masyarakat meminta adanya pembenahan serta pengaspalan pada jalan-jalan lorong yang menghubungkan setiap dusun.

Kondisi akses tersebut dinilai berpengaruh langsung terhadap aktivitas harian warga. Jalan desa tidak hanya digunakan untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi jalur pengangkutan hasil pertanian dari wilayah produksi menuju pusat pemasaran.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, masyarakat berharap distribusi hasil pertanian dapat berlangsung lebih mudah dan biaya transportasi dapat ditekan. Perbaikan akses juga dinilai akan memberikan manfaat bagi warga yang menggunakan jalan tersebut untuk keperluan pendidikan, kesehatan maupun kegiatan sosial.

Menanggapi aspirasi tersebut, Abdin menyatakan akan membawa kebutuhan masyarakat Tandaigi ke dalam koordinasi bersama perangkat daerah terkait. Ia menilai usulan penerangan jalan perlu dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi wilayah agar pemasangan dapat diarahkan ke titik yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga:  Koperasi Karya Perdana Gemilang Tambah Cabang Ketiga di Parigi Moutong

“Saya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melihat titik-titik yang membutuhkan penerangan. Setelah itu, kami akan mendorong OPD teknis agar pemasangan PJU dapat menjadi salah satu prioritas,” ujar Abdin.

Menurutnya, persoalan keamanan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penentuan titik pemasangan lampu jalan. Terlebih, masyarakat telah menyampaikan adanya kekhawatiran terhadap kasus pencurian ternak yang terjadi ketika sejumlah kawasan minim penerangan.

“Pemasangan lampu jalan ini akan kami dorong pada titik-titik yang dianggap rawan di Desa Tandaigi. Harapannya, kondisi lingkungan menjadi lebih terang dan peluang terjadinya pencurian ternak maupun gangguan keamanan lainnya bisa ditekan,” katanya.

Selain PJU, Abdin juga memberikan perhatian terhadap kondisi jalan lingkungan. Ia menyatakan akan mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memasukkan kebutuhan peningkatan jalan lorong dusun dalam perencanaan pembangunan pada tahun anggaran berikutnya.

Menurutnya, pembenahan infrastruktur jalan harus mempertimbangkan fungsi akses tersebut bagi masyarakat. Ruas jalan yang menjadi penghubung antardusun dan jalur pengangkutan hasil pertanian memiliki peran penting terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sehingga membutuhkan penanganan secara bertahap.

Baca Juga:  Karhutla di Labuan Donggulu Terkendali, BPBD Lakukan Pemantauan Intensif

Abdin menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan dalam reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD. Namun, pelaksanaannya tetap harus disesuaikan dengan perencanaan teknis dan kemampuan anggaran daerah.

Ia berharap koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, OPD teknis dan DPRD dapat berjalan baik sehingga kebutuhan yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum reses, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan.

Kegiatan reses tersebut dihadiri Kepala Desa Tandaigi bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta kelompok petani dan nelayan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat turut memperkaya masukan yang disampaikan terkait kebutuhan pembangunan Desa Tandaigi.

Bagi masyarakat, pemasangan PJU dan peningkatan kualitas jalan merupakan dua kebutuhan yang saling berkaitan. Penerangan diharapkan memperkuat keamanan lingkungan, sementara jalan yang lebih baik dapat menunjang kelancaran mobilitas sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *