KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan. Hal ini ditandai dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 132 Kepala Satuan Pendidikan dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase.
Pelantikan tersebut dilaksanakan di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Jumat 2 Januari 2026, dan menjadi agenda pelantikan pertama Bupati Erwin Burase sejak memulai kepemimpinannya di tahun 2026. Prosesi ini berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 800.1.3.1/III/655/BKSDM tentang mutasi, pemberhentian, serta penugasan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
Secara simbolis, penandatanganan pengesahan Surat Keputusan jabatan dilakukan oleh Bupati Erwin Burase dengan didampingi Wakil Bupati Abdul Sahid, Asisten Pemerintahan dan Kesra Azis Tombolotutu, Asisten Administrasi Umum Yusnaeni, serta Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Komisi I, Candra Setiawan.
Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan merupakan proses yang tidak mudah karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Oleh karena itu, amanah yang diemban para kepala satuan pendidikan memiliki tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara maksimal.
Ia menambahkan, pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pendidikan. Menurutnya, pengisian jabatan kepala sekolah secara definitif sangat penting untuk memastikan keberlangsungan manajemen pendidikan yang efektif dan berkelanjutan.
Bupati juga mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat 125 satuan pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong yang sebelumnya dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat optimalisasi penyelenggaraan pendidikan apabila dibiarkan terlalu lama.
Kepada para kepala satuan pendidikan yang baru dilantik, Bupati Erwin Burase mengimbau agar menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta komitmen pengabdian. Ia berharap para kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak perubahan dalam menghadapi dinamika dan tantangan transformasi pendidikan.
“Peningkatan literasi dan numerasi, pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan peserta didik harus menjadi perhatian utama,” pungkasnya.















