Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaParigi MoutongReligiSulawesi Tengah

Mukerda GPdI Sulteng Digelar di Parigi, Wagub Reny Lamadjido Ajak Perkuat Kerukunan

×

Mukerda GPdI Sulteng Digelar di Parigi, Wagub Reny Lamadjido Ajak Perkuat Kerukunan

Sebarkan artikel ini
Musyawarah kerja daerah (MUKERDA) gereja pantekosta di indonesia (GPdI). ASET: IST

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah resmi digelar dan dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Siloam Parigi, Selasa 3 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus gereja serta perwakilan jemaat GPdI dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. Mukerda ini menjadi forum penting bagi organisasi gereja untuk melakukan evaluasi program pelayanan sekaligus merumuskan arah kegiatan ke depan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi kepada panitia serta Majelis Daerah GPdI yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik. Ia menilai Mukerda bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga wadah strategis untuk memperkuat peran gereja dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Rakor Astacita: Bupati Erwin Komitmen Sinkronkan Program Daerah dengan Prioritas Presiden

“”Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh jajaran GPdI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh dedikasi. Mukerda ini merupakan momentum penting untuk memperkuat pelayanan dan kontribusi gereja bagi pembangunan daerah,”” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa kehadiran puluhan wilayah pelayanan dan ratusan jemaat GPdI dari seluruh Sulawesi Tengah menunjukkan peran besar gereja dalam kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral dan penguatan nilai-nilai kemasyarakatan.

“”Gereja bukan hanya tempat umat beribadah, tetapi juga memiliki peran besar dalam pembinaan karakter, penguatan keluarga, serta pemberdayaan sosial di tengah masyarakat,”” katanya.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Tengah dikenal sebagai daerah dengan keragaman suku, budaya, dan agama yang menjadi kekayaan bersama. Oleh karena itu, menjaga harmoni dan kerukunan antarumat beragama menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan.

Baca Juga:  Wabup Abdul Sahid Ajak Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Ia juga menilai Mukerda GPdI dapat menjadi forum strategis untuk mengevaluasi berbagai program pelayanan yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah-langkah baru dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman.

“”Saya berharap dari forum ini akan lahir gagasan-gagasan baru serta program kerja yang realistis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. GPdI diharapkan dapat menjadi pelopor dalam membangun generasi muda yang berintegritas, keluarga yang kuat, serta masyarakat yang peduli dan saling mendukung,”” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, terus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan layanan publik.

Baca Juga:  Badan Pangan Nasional Cek Ketersediaan Stok Beras di Bulog Olaya

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.

“”Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, termasuk gereja. Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan perlu terus diperkuat melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat,”” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh peserta Mukerda untuk menjadikan forum tersebut sebagai sarana musyawarah yang mengedepankan kebersamaan dan kepentingan umat.

“”Mari kita jadikan Mukerda ini sebagai ruang diskusi yang penuh hikmat, menjunjung tinggi persatuan, serta mengutamakan kepentingan pelayanan dan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,”” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *