Example floating
Example floating
Example 7970x250
KesehatanParigi Moutong

Dari Desa untuk Kesehatan Masyarakat, Erwin Burase Canangkan GAS Sehat Bersama

×

Dari Desa untuk Kesehatan Masyarakat, Erwin Burase Canangkan GAS Sehat Bersama

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase. ASET: IST

KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat kembali diperkuat melalui peluncuran Gerakan Aksi Serentak (GAS) Sehat Bersama Erwin-Sahid dan Masyarakat atau yang disingkat “Sehat Bersama”. Program inovatif tersebut resmi dicanangkan oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, dalam sebuah kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis 18 Juni 2026.

Peluncuran program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dasar kepada seluruh masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pimpinan daerah, kepala perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta diikuti secara virtual oleh para camat, kepala desa, kader kesehatan, Tim Penggerak PKK, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam sambutannya, Bupati H. Erwin Burase menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai terobosan yang mampu menjamin masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata, cepat, dan berkualitas.

Menurut Bupati, Gerakan Sehat Bersama tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan gerakan nyata yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program, tetapi juga menggerakkan semangat bersama untuk membangun masyarakat yang lebih sehat. Melalui Gerakan Sehat Bersama, kita ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat hingga pelosok desa,” ujar Erwin Burase.

Baca Juga:  Sausu dan Balinggi Dicanangkan Jadi Kampung Berkualitas di Parigi Moutong

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga secara resmi meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai dilaksanakan sejak 17 Juni 2026 secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong yang meliputi 278 desa dan 5 kelurahan.

Program ini diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam mendeteksi berbagai penyakit secara lebih awal sehingga penanganan medis dapat dilakukan sebelum kondisi kesehatan masyarakat semakin memburuk.

Bupati menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut akan menjadi salah satu indikator yang dievaluasi secara berkala, baik di tingkat daerah maupun nasional. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan untuk mengukur efektivitas layanan sekaligus mendorong peningkatan capaian kinerja sektor kesehatan.

“Kita pernah berada pada posisi terbaik dalam penilaian nasional. Karena itu saya mengajak seluruh jajaran kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh stakeholder untuk bekerja lebih maksimal agar capaian tersebut dapat kembali diraih. Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak mungkin dicapai hanya oleh Dinas Kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor mulai dari tingkat kabupaten hingga desa agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara efektif.

Ia juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, Bupati meminta agar kualitas pelayanan terus ditingkatkan, termasuk merespons berbagai masukan dan keluhan masyarakat dengan cepat dan tepat.

Baca Juga:  Irdan: Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran dan Terverifikasi

“Saya mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras selama ini. Namun pelayanan harus terus diperbaiki. Jika masih ada kekurangan, segera lakukan evaluasi agar masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.

Dalam arahannya, Bupati turut menyoroti keberhasilan beberapa program kesehatan yang telah berjalan selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Abdul Sahid. Salah satunya adalah layanan ambulans gratis yang telah membantu ratusan masyarakat dalam memperoleh akses transportasi kesehatan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga terus memperkuat fasilitas Rumah Tunggu Rujukan bagi pasien yang menjalani pengobatan di luar daerah. Fasilitas yang sebelumnya hanya memiliki empat kamar kini telah berkembang menjadi dua belas kamar guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

Bupati bahkan meminta Dinas Kesehatan untuk mulai menyusun kebutuhan anggaran terkait program bantuan pemulangan jenazah warga Parigi Moutong yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit luar daerah, khususnya di Kota Palu.

“Kita ingin kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan hingga membantu keluarga yang sedang menghadapi musibah. Karena itu saya meminta agar program bantuan pemulangan jenazah dapat dipersiapkan untuk direalisasikan pada tahun mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Darlin, dalam laporannya menjelaskan bahwa Gerakan Aksi Serentak Sehat Bersama dirancang sebagai strategi untuk memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Baca Juga:  KPU Goes to School: Partisipasi Pemilih Pemula Cerdas

Menurutnya, terdapat lima tujuan utama yang ingin dicapai melalui program tersebut, yakni meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan, memperluas pemanfaatan layanan cek kesehatan gratis, memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendukung pencapaian indikator kesehatan daerah, serta mengoptimalkan pelayanan kesehatan melalui berbagai inovasi yang adaptif.

Darlin juga memaparkan sejumlah capaian program kesehatan yang telah dilaksanakan selama satu tahun terakhir. Layanan ambulans gratis tercatat telah melayani 266 kasus sepanjang tahun 2025 dan 113 kasus hingga pertengahan tahun 2026. Sementara itu, layanan kesehatan bergerak telah menjangkau puluhan warga di berbagai wilayah terpencil yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.

Selain pelayanan langsung, Dinas Kesehatan juga terus mengembangkan pendekatan edukatif kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi kesehatan, termasuk penyusunan video edukasi dalam bahasa daerah agar informasi kesehatan lebih mudah dipahami oleh masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Parigi Moutong.

Melalui peluncuran Gerakan Aksi Serentak Sehat Bersama ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap tercipta budaya hidup sehat yang semakin kuat di tengah masyarakat sekaligus mempercepat terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.

Program tersebut nantinya akan menjadi model pelaksanaan skrining kesehatan yang diterapkan secara rutin di seluruh desa dan kelurahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menuju Parigi Moutong yang sehat, maju, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *