Example floating
Example floating
Parigi MoutongPendidikan

Wajib Belajar 13 Tahun, Bunda PAUD Parimo Tekankan Peran Orang Tua dan Guru

×

Wajib Belajar 13 Tahun, Bunda PAUD Parimo Tekankan Peran Orang Tua dan Guru

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun melalui Penguatan 1 Tahun Pendidikan Prasekolah Tahun 2026. ASET: Istimewa

PARIGI MOUTONG, KUTORA.ID – Penguatan pendidikan anak usia dini menjadi perhatian penting dalam mendukung pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Parigi Moutong. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui pengenalan program penguatan satu tahun pendidikan prasekolah kepada tenaga pendidik, orang tua, dan penggerak PAUD di tingkat kecamatan.

Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun melalui Penguatan 1 Tahun Pendidikan Prasekolah Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Rabu 9 September 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga.

Sosialisasi diikuti Pokja Bunda PAUD Kecamatan, para pendidik PAUD, serta orang tua murid. Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya pendidikan prasekolah sebagai tahap awal sebelum anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Baca Juga:  Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Desa, Parigi Moutong Siapkan 283 Unit

Dalam arahannya, Hestiwati meminta agar keberadaan PAUD tidak lagi dipahami sebatas tempat anak bermain. Menurutnya, aktivitas bermain pada usia dini justru merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang membantu anak mengenali lingkungan, membangun kemampuan berinteraksi, serta mengembangkan kemandirian.

“Ketika kita berbicara tentang pendidikan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan. Jangan lagi melihat PAUD hanya sebagai tempat anak bermain. Pahami bahwa bagi seorang anak, bermain adalah cara mereka belajar bereksplorasi, berinteraksi, dan membangun kemandirian,” tegas Hestiwati.

Ia menilai perubahan pola pikir masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses prasekolah. Karena itu, program satu tahun pendidikan prasekolah diarahkan agar setiap anak memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan tersebut sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Melalui gerakan “Satu Tahun Prasekolah untuk Setiap Anak”, berbagai pihak didorong mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah adanya anak yang melewati tahapan pendidikan prasekolah hanya karena keterbatasan informasi, perhatian, maupun dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga:  Faisan Badja Kembali Pimpin KONI Parimo usai Terpilih Aklamasi

Hestiwati juga menekankan bahwa keberhasilan Wajib Belajar 13 Tahun tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor pendidikan. Pokja Bunda PAUD Kecamatan diharapkan aktif menggerakkan sosialisasi hingga tingkat desa dan kelurahan agar pemahaman mengenai pentingnya prasekolah semakin merata.

Sementara itu, guru PAUD memiliki peran strategis dalam menciptakan proses pembelajaran yang aman dan menyenangkan. Lingkungan belajar diharapkan mampu memberikan ruang kepada anak untuk berkembang secara alami, termasuk bagi anak dengan kebutuhan dan karakteristik yang berbeda.

Di sisi keluarga, orang tua memiliki posisi yang tidak kalah penting. Rumah menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi anak, terutama dalam pembentukan karakter, empati, kebiasaan positif, serta nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal ketika anak memasuki lingkungan pendidikan formal.

Baca Juga:  Pemkab Parimo Gelar Rembuk Stunting, Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tekan Angka Stunting

Kolaborasi juga melibatkan pemerintah dan kalangan akademisi. Pemerintah berperan dalam menyiapkan kebijakan serta dukungan program, sedangkan akademisi dapat memberikan penguatan dari sisi pengetahuan dan kualitas pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, bersama akademisi yang menjadi pemateri.

Kegiatan sosialisasi kemudian resmi dimulai setelah dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong dengan bacaan Bismillahirrahmanirrahim. Peserta selanjutnya mengikuti rangkaian materi yang membahas penguatan pendidikan prasekolah sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan.

Menutup arahannya, Hestiwati mengajak seluruh peserta menjadikan pendidikan anak sebagai tanggung jawab bersama. Pesan tersebut disampaikannya melalui pantun yang mendapat sambutan hangat dari peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *