KUTORA.ID, PARIGI MOUTONG – Perbaikan sejumlah fasilitas yang menunjang aktivitas masyarakat menjadi perhatian dalam pertemuan Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Rusno, Ah.T., bersama warga Kecamatan Toribulu. Dalam agenda tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan mulai dari akses penghubung antarwilayah hingga fasilitas pendidikan dan penunjang pertanian.
Pertemuan berlangsung di Aula Kantor Camat Toribulu, Senin, 3 Agustus 2026, sebagai bagian dari Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026. Forum itu dimanfaatkan warga dari sejumlah desa untuk menyampaikan kondisi di lapangan sekaligus mengusulkan program yang dinilai perlu masuk dalam perhatian pemerintah.
Rusno menyampaikan, aspirasi yang diterima akan menjadi bagian dari bahan kerja DPRD dalam mengawal kebutuhan masyarakat. Setiap usulan nantinya akan dipilah berdasarkan urgensi serta kewenangan sehingga dapat diarahkan ke mekanisme penanganan yang sesuai.
“Reses menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat dan mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua masukan akan kami catat, kemudian kami perjuangkan melalui jalur DPRD sesuai bidang dan kewenangan yang ada,” ujar Rusno.
Salah satu usulan yang disampaikan berkaitan dengan fasilitas olahraga di Desa Toribulu Selatan. Warga berharap lapangan sepak bola yang ada di wilayah tersebut mendapat pembenahan sehingga dapat digunakan secara lebih baik, baik untuk kegiatan olahraga maupun aktivitas pembinaan anak muda.
Persoalan akses juga muncul dari masyarakat Desa Sibalago. Warga mengusulkan pembangunan jembatan yang dapat menghubungkan Dusun 2 dengan Dusun 3. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memangkas hambatan perjalanan dan mendukung kelancaran kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi.
Dari wilayah pesisir, warga Desa Pintu menyampaikan kondisi abrasi yang terjadi di Dusun 4. Panjang kawasan yang membutuhkan penanganan diperkirakan mencapai 200 meter. Masyarakat berharap adanya langkah penanganan agar kerusakan pantai tidak terus meluas.
Sementara dalam bidang pelayanan pendidikan, masyarakat turut mengusulkan pembangunan Kantor Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Toribulu. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan dan koordinasi urusan pendidikan di wilayah kecamatan.
Kebutuhan penerangan juga menjadi perhatian masyarakat, khususnya di sepanjang jalur Trans Sulawesi. Warga berharap pemasangan lampu penerangan jalan umum dapat dilakukan pada titik-titik yang diperlukan guna membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.
Pada sektor transportasi lokal, masyarakat mengusulkan peningkatan kualitas jalan lingkar dari kawasan lapangan sepak bola Desa Tomoli menuju SDN Inti Tomoli. Pengaspalan jalur tersebut dinilai dapat memudahkan akses warga sekaligus mendukung mobilitas pelajar dan tenaga pendidik.
Kebutuhan lain datang dari sektor pertanian. Masyarakat Toribulu Sienjo dan Toribulu Selatan berharap pemerintah mempertimbangkan pembangunan bendungan sebagai bagian dari penguatan sistem pengairan lahan pertanian. Ketersediaan sumber air yang lebih terjamin dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas produksi petani.
Aspirasi pendidikan juga menyasar TK Mentari Indah di Desa Tomoli. Warga mengusulkan tambahan ruang belajar dan ruang bermain serta perbaikan pagar sekolah. Perbaikan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kegiatan belajar sekaligus memberikan rasa aman bagi anak-anak.
Sedangkan di SMP Siti Masitah Kecamatan Toribulu, persoalan genangan air menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan masyarakat. Penimbunan area yang sering tergenang diusulkan agar kegiatan sekolah tetap dapat berlangsung dengan baik ketika hujan turun.
Rusno menyebut sebagian besar aspirasi yang disampaikan memiliki keterkaitan dengan tugas Komisi III DPRD Parimo, terutama dalam bidang pembangunan dan infrastruktur. Karena itu, ia akan mengawal usulan tersebut agar dapat menjadi bahan dalam pembahasan program pemerintah daerah.
“Tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan dalam waktu bersamaan. Namun, setiap kebutuhan akan kami lihat berdasarkan tingkat kepentingannya dan kemampuan anggaran. Yang menjadi kewenangan dan memungkinkan untuk diperjuangkan akan kami dorong dalam pembahasan,” jelasnya.
Di luar agenda penyerapan aspirasi, Rusno juga memberikan bantuan dana untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat dan perlombaan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Toribulu.
Reses tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, termasuk Camat Toribulu, Sekretaris Kecamatan, kepala desa, anggota BPD, TP-PKK Kecamatan Toribulu, kepala sekolah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari sejumlah desa.
Rusno berharap komunikasi antara masyarakat dan DPRD dapat terus terjaga sehingga kebutuhan yang muncul di lapangan dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bahan dalam menentukan arah pembangunan.
“Yang paling penting adalah komunikasi tetap berjalan. Kami di DPRD akan membawa aspirasi yang sudah disampaikan untuk dibahas sesuai mekanisme, sehingga masyarakat mengetahui bahwa setiap usulan memiliki jalur perjuangan di lembaga legislatif,” pungkas Rusno.












